Oleh : Basa Alim Tualeka
Media Online - Alim Academia: Kata kunci : Saudaraku, mari kita Saling memaafkan, saling mengingatkan, saling memegang tangan mengajak menuju surga
Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya.
Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih dan rapi.
Umar r.a. yang berada di di situ, bertanya, "Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apakah yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"
Rasulullah SAW menjawab,
"Aku diberitahu, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah SWT. Salah satunya mengadu kepada Allah SWT sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.
Allah SWT berfirman, "Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?"
Orang itu berkata, "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya."
Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Rasulullah SAW menangis...! Lalu, Rasulullah SAW berkata, "Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."
Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah SWT berfirman kepada orang yang mengadu tadi, "Angkat kepalamu..!"
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata,
"Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana2 yang sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak serta bertatahkan berlian, intan dan permata.__Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?__Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb?__Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’
Allah SWT berfirman, "Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."
Orang itu berkata, "Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?"
Allah SWT berfirman, "Engkau juga mampu membayar harganya".
Orang itu terheran-heran, sambil berkata, "Dengan cara apa aku mampu membayarnya, ya Rabb?"
Allah SWT berfirman, "Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku."
Orang itu berkata, "Ya Rabb, kini aku telah memaafkannya."
Allah SWT berfirman, "Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajaklah ia masuk surga bersamamu."
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW bersabda, "Bertakwalah kalian kepada Allah SWT dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah SWT mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin."
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.)
Sahabatku! Pekerjaan hati yang nilainya sangat tinggi di hadapan Allah SWT adalah: minta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.!
Sehingga lelah hati kita selama ini menjadi manfaat di hari perhitungan nanti....!
Idul Fitri, atau lebih dikenal sebagai Hari Raya, adalah hari yang dirayakan oleh umat Islam sebagai penutup dari bulan puasa Ramadan. Artinya secara harfiah adalah "Hari Raya Kemenangan". Ini adalah momen penting di mana umat Islam merayakan keberhasilan mereka dalam menjalani ibadah puasa sebulan penuh, serta sebagai kesempatan untuk memaafkan dan merajut kembali hubungan baik dengan sesama manusia. Maknanya meliputi kesyukuran atas nikmat sehat, keluarga, dan kesempatan untuk bersatu dengan umat lain dalam kebahagiaan.
Bagi umat Islam, Idul Fitri juga merupakan waktu untuk merenungkan peningkatan spiritual yang telah mereka capai selama bulan Ramadan, serta kesempatan untuk mendekatkan diri pada Allah melalui doa, sedekah, dan amal kebajikan.
Menjalankan Idul Fitri dengan sepenuh hati dan istiqamah berarti melaksanakan semua ritual dan amal kebajikan yang terkait dengan perayaan ini dengan kesungguhan dan konsistensi yang tinggi. Hal ini meliputi:
- Menunaikan shalat Idul Fitri dengan khusyuk dan penuh kekhusyukan.
- Memberikan zakat fitrah dengan ikhlas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Memaafkan dan merajut kembali hubungan baik dengan sesama manusia.
- Menyambut kedatangan Idul Fitri dengan penuh sukacita dan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah.
- Menerapkan nilai-nilai kebaikan dan kedermawanan dalam berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kepada yang membutuhkan.
- Tetap mempertahankan sikap istiqamah dalam menjalankan ibadah dan amal kebajikan setelah Idul Fitri berakhir, sehingga semangat dan nilai-nilai yang dipupuk selama bulan Ramadan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Saudaraku! Marilah kita saling memaafkan! Sehingga Idhul Fitri tahun ini, merupakan Idhul Fitri yang penuh berkah untuk diri dan keluarga kita!, saurara kita dan para sahabat kita, Aamiin YRA!
Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1 Syawal 1445 H, Toqobalallahu Minna Waminkum, Minal 'aizin Wal Faizin & Mohon Ma'af Lahir Bathin! (Alim Academia).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar