Kamis, 23 November 2023

JADILAH ORANG BENAR DAN BUKAN ORANG MERASA BENAR

Oleh : Basa Alim Tualeka

Media Online - Alim Academia: Menurut istilah, ada perbedaan antara  "orang benar" dan "orang yang merasa benar" mencerminkan perbedaan konsep antara objektivitas dan persepsi subjektif. Berikut adalah penjelasan singkat tentang kedua istilah tersebut:

1. Orang Benar. Jadi “Orang benar" merujuk pada individu yang bertindak atau berbicara sesuai dengan norma-norma moral, etika, atau kebenaran objektif yang diakui secara umum. Mereka mendasarkan tindakan atau keyakinan mereka pada standar atau prinsip yang dianggap benar secara universal atau oleh masyarakat.

2. Orang yang Merasa Benar. Jadi “Orang yang merasa benar" merujuk pada individu yang yakin bahwa keyakinan atau tindakan mereka sesuai dengan kebenaran, meskipun ini mungkin tidak selalu sesuai dengan norma-norma umum atau pandangan objektif. 

Mereka mungkin lebih suka mempercayai kebenaran dari sudut pandang mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan berbagai perspektif atau pandangan lain.

Sehingga adanya Perbedaan mendasar di sini adalah bahwa "orang benar" mengacu pada orang yang bertindak sesuai dengan standar objektif atau moral yang diakui secara umum, sementara "orang yang merasa benar" mengacu pada individu yang mungkin memiliki pandangan atau keyakinan subjektif tentang kebenaran.

Perlu dicatat bahwa persepsi subjektif seseorang tentang kebenaran dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai, pengalaman, dan pandangan pribadi mereka. Terdapat risiko bahwa seseorang yang merasa benar mungkin tidak selalu mengikuti norma atau kebenaran yang diakui secara universal. Dalam interaksi sosial dan diskusi, memahami perbedaan antara benar objektif dan persepsi subjektif dapat membantu mendorong dialog yang lebih terbuka dan membangun pemahaman yang lebih baik.

Menjadi Benar Itu Penting, Namun Merasa Benar Itu Tidak Baik.

Kearifan Akan Membuat Seorang Menjadi Benar, Tetapi Bukan membuat Merasa Benar.

Ada beberapa Perbedaan antara Orang Benar dan Orang Yang Merasa Benar : 

1. Orang Benar, Tidak Akan Berpikiran Bahwa Ia Adalah Yang Paling Benar, Sebalik Nya Orang Yang Merasa Benar, Di Dalam Pikiran Nya Hanya Dirinya Lah Yang Paling  Benar.

2. Orang Benar, Bisa Menyadari Kesalahan Nya, _Sedangkan Orang Yang Merasa Benar, Merasa Tidak Perlu Untuk Mengaku Salah._

3. Orang Benar, Setiap Sa'at Akan Instrospeksi Diri Dan Bersikap Rendah Hati. _Tetapi Orang?Yang Merasa Benar, Merasa Tidak Perlu Instrospeksi, Karena Merasa Paling Benar, Mereka Cenderung Tinggi Hati._

4. Orang Benar Memiliki Kelembutan Hati, Ia Dapat Menerima Masukan Dan Kritikan Dari siapa Saja Sekalipun Itu Dari Anak Kecil. _sedangkan Orang Yang Merasa Benar, Hati Nya Keras, Ia Sulit Untuk Menerima Nasihat Dan Masukan Apalagi Kritikan._

5. Orang Benar Akan Selalu Menjaga Perkataan Dan Perilakunya, Serta Berucap Penuh Kehati-Hatian. sedangkan Orang Yang Merasa Benar : Berpikir, Berkata, Dan Berbuat Sekehendak Hatinya, Tanpa Mempertimbangkan Atau Mempedulikan Perasaan Orang Lain.

6. Pada Akhirnya, Orang Benar Akan Di Hormati, Di Cintai Dan Di Segani Oleh Hampir Semua Orang._ Sedangkan Orang Yang Merasa Benar Sendiri Hanya Akan Di Sanjung Oleh Mereka Yang Berpikiran Sempit, Dan Yang Sepemikiran Dengan nya, Atau Mereka Yang Hanya 'Sekedar Ingin Memanfa'atkan' dirinya.

7. Mari Terus Memperbaiki Diri Untuk Bisa Menjadi Benar, Agar Tidak Selalu Merasa Benar.

8. Bila Kita Sudah Termasuk Tipe Orang Benar, Tetap Lah Dalam Kebenaran Dan Selalu Rendah Hati.

9. Orang Benar Itu Tidak Pernah Menyalahkan Orang Lain, Sedangkan Orang Yang Merasa Benar Selalu Sibuk Mencari Pembenaran Untuk Menyalahkan Orang Lain....

Orang Yang Hati Nya Bersih, Akan Melihat Orang Lain Dengan Kebaikan Terlebih Dahulu.

Sedangkan Orang Yang Hati Nya Kotor, Akan Melihat Orang Lain Dengan Keburukan Terlebih Dahulu.

Jadi berkesimpulan bahwa seorang manusia yang baik hati dan memiliki kehidupan yang kaffah, atau utuh dalam keyakinan dan tindakan, cenderung bersikap benar sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinannya. 

Ada Beberapa pemahaman yang mungkin terkait dengan pernyataan tersebut meliputi :

1. Selalu Konsistensi dalam Tindakan dan Nilai. 

Orang yang baik hati dan kaffah dapat dianggap sebagai individu yang hidup dengan konsistensi antara nilai-nilai yang mereka anut dan tindakan sehari-hari mereka. Kehidupan yang utuh secara moral dan spiritual dapat mencerminkan integritas dalam menjalani keyakinan.

2. Ketulusan dan Kebaikan Hati

Seseorang yang baik hati dan kaffah mungkin membawa sifat-sifat seperti ketulusan dan kebaikan hati dalam hubungan dengan sesama. Hal ini dapat menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung bagi mereka dan orang-orang di sekitarnya.

3. Pengaruh Positif dalam Masyarakat.

Individu yang mempraktikkan nilai-nilai kaffah dan memiliki hati yang baik dapat memberikan pengaruh positif dalam masyarakat. Mereka mungkin menjadi contoh yang menginspirasi dan berkontribusi pada kesejahteraan sosial.

4. Ketegasan pada Prinsip-Prinsip Moral dan Agama.

Orang yang hidup sesuai dengan keyakinan kaffahnya mungkin menunjukkan ketegasan dalam mematuhi prinsip-prinsip moral dan agama yang dianut. Hal ini dapat mencerminkan keberanian dan kesetiaan terhadap nilai-nilai yang diyakini.

Perlu diingat bahwa sifat "benar" sering kali terkait dengan interpretasi nilai dan keyakinan masing-masing individu atau kelompok. Meskipun demikian, aspirasi untuk menjadi baik hati dan kaffah sering dianggap sebagai upaya menuju hidup yang bermakna dan berdampak positif pada lingkungan sekitarnya. (Alim Academia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Juga :

Translate

Cari Blog Ini