Negara Negara Berkembang Menjadi Sasaran Pasar dan Ketegantungan Ekonomi
Oleh : Basa Alim Tualeka
Media Online - Alim Academia: Kata kunci : Kembalikan sistem hubungan bilateral antar negara di dunia sebagai model dan bentuk perlawan atas Monopoli Kapitalisme Global di Era industri Komunikasi.
Kapitalisme global mungkin dapat menjadi konsep ideal bagi kalangan globalis, tapi pada saatnya akan menghancurkan dan memporak poranda kehidupan suatu negara bangsa (nation state), dan itu bukan sekedar teori, tapi akan dan sudah menjadi realitas, sebagai contoh Amerika saja yg katanya negara adi daya dengan karakter demokrasi liberal saja, kini ikut merasakan dampak dari kerusakan akibat serangan kapitalisme global.
Kita semua tahu bahwa kemerdekaan yang dikatakan sebagai self determination bukan lagi menjadi bagian yang bisa dipertahankan ketika berhubungan dengan kepentingan kepentingan dunia internasional.
Begitulah Dunia meletakkan prinsip prinsip dalam hubungan bilateral atau relasi kuasanya atas negara-negara dunia, tapi apakah kita dapat menyadari bahwa tanpa kejelian dan kecermatan kita memahaminya, itu akan menjadi pintu masuk bagi neo imperialisme dan kolonialisme baru berupa kapitalisme global.
Namun demikian, apakah kita tidak bisa memberi solusi, apakah kita tidak bisa berkontribusi kepada Dunia untuk membendung arus kapitalisme global itu, sebagai gerakan Nasional negara negara yang berdaulat untuk mempertahankan harkat dan martabat serta eksistensi kemerdekaanya sebagai self determinationnya masing-masing dengan kebersamaan kepentingan dalam mewujudkan hubungan bilateral yang lebih manusiawi, menjaga kedamaian dunia,
Semua negara nagara yang punya konstitusi dan konstitusi itu konsisten untuk menolak penjajahan dalam bentuk apapun di dunia termasuk penjajahan baru kapitalisme global.
Kapitalisme global merujuk pada sistem ekonomi di mana kegiatan ekonomi, produksi, dan distribusi barang dan jasa diatur oleh kekuatan pasar yang bersifat global. Dalam kapitalisme global, kepemilikan swasta, kebebasan ekonomi, dan persaingan pasar dianggap sebagai pilar utama.
Beberapa ciri kapitalisme global melibatkan perdagangan internasional yang intensif, investasi lintas batas, dan ketergantungan ekonomi antar negara. Pasar bekerja sebagai mekanisme sentral untuk menentukan harga, alokasi sumber daya, dan distribusi kekayaan.
Sistem ini dapat memberikan peluang pertumbuhan ekonomi dan inovasi, tetapi juga menghadirkan tantangan terkait kesenjangan ekonomi, ketidaksetaraan, dan dampak lingkungan. Berbagai negara memiliki varian kapitalisme yang berbeda, dan ada berbagai pendapat dan penilaian terkait keberlanjutan dan keadilan sistem kapitalisme global.
Indonesia sebagai bagian dari negara negara di dunia, mestinya kita pertahankan eksistensi basic operating system bernegara kita berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, lalu kita jalankan dan sebar luaskan dan teruskan kepada seluruh negara negara di Dunia untuk menjadi pijakan bersama bagi negara negara yang juga menolak kapitalisme global.
Nasionalisme akan dapat hidup di dalam taman sarinya internasionalisme, internasionalisme akan dapat tumbuh subur bila mengakar di buminya nasionalisme.
Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia bukan saja untuk menyelamatkan Bangsa Indonesia dan masyarakat Indonesia, tapi juga kita perlu berjuang untuk keselamatan Dunia, karena bangsa Indonesia adalah satu bagian dari pada Dunia.
Bagaimana kita mau menyelamatkan Dunia, sedang menyelamatkan diri sendiri saja sudah begitu sulitnya. Di sinilah kita butuh kesadaran, kita perlu bahu membahu, membanting tulang bersama untuk memenangkan konsepsi-konsepsi dasar kebangsaan dan juga konsep bernegara yang ideal, lalu kita tawarkan agar tercipta harmonisasi kehidupan untuk seluruh Dunia.
Untuk menuju kepada negera negara dunia yang baik dan damai adalah dengan konsep perbaikan perbaikan hubungan bilateral antar negara dunia di wujudkan dengan sistem bilateral di semua dimensi kehidupan dengab kerjasama saling menguntungkan dan bersama sama menjaga, melestarikan dan memelihara bumi untuk berkemajuan dan kelangsungan kehidupan di bumi.
Menolak kapitalisme global dengan fokus pada perdagangan bilateral antar negara dapat mencerminkan pendekatan yang lebih terbatas dalam hal integrasi ekonomi. Dalam skenario ini, negara cenderung memprioritaskan kesepakatan perdagangan langsung dengan mitra tertentu daripada terlibat dalam kerangka perdagangan global yang lebih luas.
Pendukung pendekatan ini mungkin berpendapat bahwa perdagangan bilateral memberikan lebih banyak kontrol atas kondisi perdagangan dan kebijakan yang dihasilkan, memungkinkan negara untuk lebih melindungi kepentingan domestiknya. Namun, perlu diingat bahwa ada pro dan kontra terkait dengan pendekatan ini:
Keuntungan perdagangan bilateral : 1). Kendali Lebih Besar: Negara dapat memiliki kendali yang lebih besar atas perjanjian perdagangan dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kepentingan nasional. 2). Fleksibilitas: Adanya fleksibilitas dalam menyesuaikan aturan perdagangan dengan kondisi ekonomi dan kebijakan domestik masing masing negara.
Kerugian pada perdagangan bilateral : 1). Keterbatasan Akses Pasar: Fokus pada perdagangan bilateral mungkin membatasi akses pasar yang lebih luas dan peluang ekspor. 2). Ketidakpastian: Lingkungan perdagangan global yang terus berubah dapat menyebabkan ketidakpastian dalam perdagangan bilateral. 3). Kurangnya Skala Ekonomi: Mengabaikan potensi skala ekonomi yang dapat diakses melalui partisipasi dalam kerangka perdagangan global.
Perdagangan global lebih menguntungkan negara negara industri atau negara produksi, bagi negara yang bukan industri menjadi sasaran pasar, maka bagi negara non indutri lebih suka pada perdagangan bilateral.
Penting untuk mempertimbangkan bahwa setiap pendekatan sisitem perdagangan baik gobal maupun bilateral memiliki konsekuensi dan dapat mempengaruhi dinamika ekonomi dan kebijakan negara masing masing.
Diskusi terbuka dan kolaboratif di tingkat internasional tetap penting untuk mengatasi tantangan global dan memaksimalkan potensi keuntungan dari perdagangan.(Alim Academia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar