Sabtu, 16 Desember 2023

JANGAN BERDEBAT SAMA ORANG BODOH

 


Menyamakan Persepsi Bagi Orang Orang Pintar Itu Susah, Tapi Hasilnya Menjadi Yang Terbaik.

Oleh : Basa Alim Tualeka 

Media Online - Alim Academia: Kata kunci : Bedebatlah dengan orang pinte, orang cerdas, orang yang berilmu untuk mencari solusi dengan pendekatan akal sehat, hati baik dan sepenuh hati demi kebersamaan kehidupan yang berkelanjutan.

Nasehat : Mengapa bapak saya selalu mengingatkan ke saya untuk menghindari perdebatan dengan orang orang bodoh walaupun kita benar. 

Contoh kasus : Mari Kita Pikirkan bersama  “Kenapa Murid yang Menjawab soal : 3 x 7 = 21, Tapi Malah Dihukum oleh sang guru Cambuk 10 Kali. 

Alasan Sang Guru  Sangat Mengharukan, Siapa Yang Benar 

Alkisah : Hiduplah seorang guru 

yang sangat dihormati karena tegas dan jujur, Suatu hari, ada Dua muridnya menghadap guru Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik, Keduanya berdebat tentang “hasil hitungan 3 x 7. Dengan jawaban berbeda. 

Murid pandai mengatakan hasilnya 3 X 7 = 21, sedangkan Murid bodoh bersikukuh hasilnya  bahwa 3 X 7 = 27. 

Murid bodoh menantang murid pandai supaya gurunya menilai siapa yang benar diantara mereka berdua.  

Murid bodoh mengatakan :  Jika saya yang benar 3 x 7 = 27, maka kamu harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru,, Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri, “dengan gaya tertawa Haahaahaa - haahaahaa”

Demikian si bodoh  menantang temannya yang pinter dengan sangat  yakin akan pendapatnya itu. “Katakan guru,  mana yang benar?” Tanya murid yang bodoh.

Ternyata sang guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai dab cerdas  (yang menjawab 3x7=21). Murid pandai pun protes. Tapi gurunya menjawab : “Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk ketidakarifanmu karena berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalo 3×7 adalah 21.”.

Guru melanjutkan : “Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif  daripada guru harus melihat Satu nyawa terbuang sia-sia karena memenggal kepalanya sendiri”

Pesan Moral :

Hindari berdebat 

dengan orang yang tidak 

menguasai data permasalahan 

dan ilmu sebab bila mental kita

masih lemah maka hanya emosi 

dan permusuhan yang didapat

Maka Berdebat/bertengkar untuk sesuatu yang tidak perlu diperebutkan kebenarannya hanya akan menguras energi percuma.  Karena Ada saatnya kita diam untuk menghindari/ mengakhiri perdebatan yang tidak perlu. 

Diam bukan berarti kalah Menang juga bukan hal yang luar biasa apalagi menang melawan orang yang tidak mengerti, Pemenang sejati adalah orang yang mampu menaklukkan egonya sendiri. 

Berdebat itu intinya adalah untuk mencari solusi atas sebuah masalah yang timbul melalui pendekatan akal sehat karena adanya perbedaan pandangan dan perdapat. 

Setiap orang mendambakan kedamaian hidup, Sebelum berdamai dengan orang lain, Sebaiknya berdamailah dulu dengan diri sendiri.

Jadi yang Penting untuk diingat oleh orang orang pinter bahwa menilai seseorang sebagai "bodoh" dapat bersifat subjektif dan tidak mencerminkan kecerdasan secara menyeluruh. 

Ada beberapa perilaku atau ciri orang bodoh atau yang mungkin dianggap kurang bijaksana atau tidak berpendidikan adalah :

  1. Orang bodoh Tidak Mau Belajar: Ketidakmampuan atau ketidakmauan mereka untuk belajar dari pengalaman atau informasi baru.
  2. Orang bodoh Tidak Terbuka untuk Ide Baru : Menolak menerima ide atau pandangan yang berbeda tanpa pertimbangan yang objektif.
  3. Pembicaraan orang bodoh yang Tidak Dibutuhkan : Bicara tanpa pemahaman yang memadai tentang topik tertentu atau tanpa memberikan kontribusi yang berarti dalam percakapan.
  4. Kritis terhadap Informasi : orang bodoh Menerima informasi tanpa pertimbangan kritis atau tanpa mencari validitasnya.
  5. Ketidakmampuan Orang bodoh dalam Beradaptasi : Sulit menyesuaikan diri dengan perubahan atau situasi baru.
  6. Orang bosoh Tidak Bertanggung Jawab : Menyalahkan orang lain tanpa mengakui tanggung jawab pribadi.
  7. Orang bosoh Kurang Empati : Kesulitan memahami atau merasakan perasaan orang lain.

Penting untuk diingat bahwa sifat-sifat ini tidak selalu menunjukkan tingkat kecerdasan yang sebenarnya, dan setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Menyelaraskan pandangan dengan rasa hormat dan kebijaksanaan dapat mendukung komunikasi yang lebih baik.

Orang yang cerdas dapat menghindari berdebat dengan orang yang mungkin kurang informasi atau memiliki pendekatan berbeda dengan:

  1. Pilih Pertempuran : Tidak perlu berdebat tentang setiap hal. Fokus pada isu-isu yang benar-benar penting atau dapat menghasilkan diskusi yang produktif.
  2. Jaga Emosi : Hindari reaksi emosional yang dapat merusak diskusi. Tetaplah tenang dan objektif.
  3. Dengarkan dengan Empati : Dengarkan dengan baik dan coba pahami sudut pandang orang lain sebelum membuat penilaian.
  4. Tolak dengan Hormat : Jika perlu menolak terlibat dalam debat, lakukan dengan sopan dan hindari menghina.
  5. Fokus pada Fakta : Jika debat terjadi, berfokuslah pada fakta dan argumentasi logis, bukan serangan pribadi.
  6. Akui Perbedaan Pendapat : Terimalah bahwa orang memiliki pandangan berbeda, dan tak selalu perlu menyakiti hubungan dengan berdebat.
  7. Tentukan Batasan : Jika percakapan tidak mengarah ke manfaat yang produktif, tegaskan batasan untuk menghindari membuang waktu dalam debat yang tidak produktif.

Ingatlah, tujuan seharusnya bukan untuk membuktikan keunggulan, tetapi untuk mencapai pemahaman bersama atau pembelajaran.

Pendekatan yang bijak adalah memilih kapan harus berdebat dan kapan harus menghindar. Terkadang, berdebat dengan tujuan mendidik bisa bermanfaat, tetapi jika situasinya tidak mendukung diskusi yang konstruktif, menghindar mungkin merupakan keputusan yang baik.

Menghindari berdebat dengan bijaksana bisa menjadi pilihan yang tepat dalam beberapa situasi. Fokuslah pada pertukaran ide yang konstruktif dan hindari konflik yang tidak perlu.

Meskipun orang yang cerdas mungkin memilih untuk tidak terlibat dalam debat yang tidak produktif, tetaplah terbuka untuk dialog yang konstruktif dan peluang pembelajaran bersama. Terkadang, pertukaran ide dengan sudut pandang yang berbeda bisa menjadi pengalaman berharga. (Alim Academia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Juga :

Translate

Cari Blog Ini